Sistem Manajemen SDM Berbasis Kompetensi

Kita sering mendengar adagium tentang sumber daya manusia adalah aset terpenting di dalam perusahaan. Namun dalam prakteknya tidak mudah bagi perusahaan untuk menjadikan SDM sebagai aset yang bermanfaat. Pada kenyataannya, masih banyak perusahaan yang menganggap bahwa SDM atau pegawai adalah tenaga kerja yang berfungsi sebagai alat produksi semata. Peristiwa yang terjadi di Batam baru-baru ini dan di tempat lainnya telah membuka mata kita bahwa praktek manajemen SDM konvensional mengakibatkan terjadinya konflik berkepanjangan antara manajemen dan pegawai yang berdampak desttuktif bagi perusahaan dan pegawai. Seandainya saja pimpinan perusahaan tersebut mau saja menerapkan sistem manajemen SDM berbasis kompetensi, maka peristiwa di atas tidak akan terjadi sebab di dalam filosofi manajemen tersebut, pegawai adalah manusia yang memiliki kebutuhan, harapan yang perlu didengar seiring dengan potensi dan kompetensi yang dapat dikembangkan untuk mencapai prestasi dan kinerja perusahaan.

Di dalam sistem manajemen SDM berbasis kompetensi dibahas tentang bagaimana konsep kompetensi dipergunakan dalam rekrukmen/seleksi, penempatan, pelatihan dan pengembangan, serta pemberian imbalan berbasis kompetensi. Dengan menerapkan sistem ini, maka masa depan perusahaan akan mampu meningkatkan kinerja dan menghadapi tantangan persaingan bisnis.

Tujuan:
1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang konsep sistem manajemen SDM berbasis kompetensi kepada peserta pelatihan
2. Memberikan rekomendasi tentang penyempurnaan kebijakan SDM dan pemecahan masalah atas implementasi sistem manajemen SDM berbasis kompetensi sehingga tercipta employee engagement yang tinggi

Metode Pelatihan:
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Games
4. Tugas Individual dan Kelompok

Waktu: 
2 x 8 jam

Siapa Yang Perlu Mengikuti?
Para pimpinan dan staf bidang sumber daya manusia disarankan untuk mengikuti pelatihan ini. Di samping itu pelatihan ini dapat diikuti oleh para konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan.