Sistem Manajemen Kinerja

Di dalam perusahaan seringkali terdapat masalah pengukuran kinerja yang bersifat obyektif dan fair. Adanya sistem manajemen kinerja yang obyektif dan fair akan membuat para pemimpin mampu memberikan penilaian kinerja yang obyektif dan fair pula terhadap kinerja organisasi, tim maupun individu/pegawai sehingga di dalam memberikan penghargaan tidak akan timbul konflik atau ketidakpuasan yang dapat berdampak buruk terhadap organisasi sehingga mendorong efektifitas organisasi.

Sistem manajemen kinerja mengatur cara pimpinan menetapkan sasaran, memberikan bimbingan melalui coaching dan konseling di dalam proses pencapaian kinerja, serta diakhiri dengan penilaian terhadap kinerja. Proses ini dimulai pada awal tahun dan berakhir pada akhir tahun. Di dalam proses penetapan sasaran kinerja, manajemen dan pegawai membuat kesepatakan tentang sasaran yang akan dicapai dan bagaimana cara mengukurnya. Dengan sistem manajemen yang bersifat terbuka dan partisipatif ini, maka penilaian atas kinerja menjadi obyektif dan fair.

Keberadaan sistem sistem manajemen kinerja yang obyektif dan fair ini berdampak positif terhadap pemberian imbalan/penghargaan yang juga akab obyektif dan fari pula. Dengan demikian akan tercipta peningkatan motivasi dan ethos kerja pegawai. Oleh karena itu, perusahaan yang ingin menjadi pemain bisnis kelas dunia selayaknya menerapkan sistem manajemen kinerja yang memenuhi kaedah-kaedah best practices tersebut.

Tujuan:
1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang sistem manajemen kinerja yang obyektif dan fair kepada peserta pelatihan
2. Memberikan rekomendasi tentang pembuatan kebijakan dan pemecahan masalah dalam penerapan sistem manajemen kinerja yang obyektif dan fair agar tercipta iklim organisasi yang sehat dan employee engagement yang tinggi

Metode Pelatihan:
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Games
4. Tugas Individual dan Kelompok

Waktu: 
2 x 8 jam

Siapa Yang Perlu Mengikuti?
Para pimpinan organisasi dan perusahaan, termasuk staf yang menangani strategi dan bidang sumber daya manusia perlu mengikuti pelatihan ini. Di samping itu para konsultan dan akademisi yang berperan dalam membantu memecahkan persoalan organisasi dan perusahaan juga layak mengikutinya.